Astaga..!! Ada yang Janggal Sepertinya, Anggaran Dana BOS SMAN 1 Seputih Raman Tahun 2025 Diduga Tidak Terserap Semua ‎ - wartamania.online
banner 728x90

Astaga..!! Ada yang Janggal Sepertinya, Anggaran Dana BOS SMAN 1 Seputih Raman Tahun 2025 Diduga Tidak Terserap Semua ‎

banner 468x60

Wartamania.online, Lampung Tengah — Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 1 Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, pada Tahun Anggaran 2025, menjadi sorotan publik. Pasalnya, muncul dugaan bahwa anggaran Dana BOS yang diterima sekolah tersebut tidak terserap sepenuhnya, sehingga memunculkan tanda tanya besar terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaannya.

Dari Informasi yang beredar menyebutkan bahwa terdapat selisih antara dana yang diterima tahun 2025 berjumlah Rp.1.394.430.000,. dengan jumlah murid 877.

‎Seperti diketahui, adapun Komponen ini meliputi:

banner 325x300

a. Pengembangan perpustakaan Rp.168.541.000.

‎b. Administrasi kegiatan sekolah Rp.128.352.600.

‎c. Pengembangan Profesi guru dan tenaga kependidikan Rp.100.877.000.

d. Langganan daya dan jasa Rp.100.538.000,.

e. Perawatan sarana dan prasarana sekolah Rp.385.610.500,.

Namun sangat disayang kan saat di konfirmasi terkait dugaan tersebut, Kepsek setempat malah memblokir wartawan.

Sedangkan, pada saat tim investigasi ke lokasi menunjukkan masih bnyak kerusakan pada gedung plafon, jendela sekolah dan WC, hanya 4 sampai 5 bingkai jendela yang di perbaiki.

Sementara itu, Menurut keterangan Ning selaku Waka Humas SMA tersebut menyebutkan Kepala sedang tidak ada ditempat masih keluar.

‎”Bapak hari ini tidak datang.
‎ Dan untuk Tim BOS sendiri tidak ada yang di sekolah, masih keluar semua belanja,” ucapnya Ning, pada Kamis (05/02/2026).

Sejumlah pihak menilai perlu adanya klarifikasi resmi dari pihak sekolah, serta audit atau pengawasan dari instansi terkait, guna memastikan apakah benar terjadi ketidaksesuaian anggaran atau hanya kesalahan administrasi pelaporan.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak SMAN 1 Seputih Raman belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Masyarakat berharap agar instansi pendidikan dan aparat pengawas dapat segera turun tangan demi menjaga prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas pengelolaan Dana BOS, yang sejatinya diperuntukkan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

(Tim)

banner 325x300