METRO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Yani Kota Metro langsung “tancap gas” dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui langkah konkret, jajaran manajemen dan tim medis RSUD A. Yani menggelar aksi Edumy, kolaborasi antara IDI dan YJI Metro terkait edukasi kesehatan jantung sekaligus aksi peduli sosial yang dipusatkan di halaman Masjid Takwa / Taman Merdeka Metro, pada Minggu pagi, (05/07/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Metro, Ny. Eni Bambang, S.IP., Sekda Kota Metro, Drs. Ahmad Hariyanto, M.M., Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, dr. Fitri Agustina, manajemen Rumah sakit A. Yani Metro dan juga anak muda serta anak dari SMP N 1 Metro.
Saat dimintai tanggapannya, Sekda Kota Metro, Drs. Ahmad Hariyanto, M.M menyatakan bahwa mengedukasi masyarakat bukan lagi sekadar program formalitas, melainkan aksi nyata yang harus digenjot secara konsisten.
“Kami ingin bergerak cepat. Edukasi jantung ini adalah investasi masa depan. Menjaga jantung yang sehat harus dimulai dari edukasi yang tepat mengenai pola hidup, deteksi dini, hingga penanganan pertama saat terjadi serangan,” ujarnya usai kegiatan.
Selain itu, kegiatan ini melibatkan anak-anak muda Gen Z” (Generasi Z) dan anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Metro.
Sekda menegaskan, kalau edukasi ini ditujukan kepada siapa saja, baik anak muda maupun orang setengah tua atau sudah tua. Menurut nya, menjaga pola hidup sehat adalah sesuatu kebahagiaan yang tidak bisa dilepaskan.
Diakhir wawancaranya, beliau mengatakan kegiatan ini bukan hanya mengedukasi kesehatan jantung, tetapi juga kesehatan diabet dan lain sebagainya penyakit.
Semoga semua tetap hidup sehat. Warga Kota Metro semakin bahagia, sejahtera, terbebas dari semua penyakit yang tidak kita inginkan bersama, pungkasnya.
Dengan aksi “tancap gas” ini, RSUD A. Yani Metro berharap kesadaran warga Kota Metro dan sekitarnya mengenai kesehatan jantung dapat meningkat drastis, sekaligus menegaskan komitmen rumah sakit sebagai pusat layanan kesehatan yang responsif, edukatif, dan peduli pada masa depan generasi bangsa.
Masyarakat tampak sangat antusias mengikuti setiap edukasi yang diberikan. Melalui interaksi langsung ini, tim medis memberikan pemahaman mendalam tentang bahaya gaya hidup sedenter (kurang bergerak) dan pentingnya menjaga pola makan. (**)

