Pelayanan RSUD A. Yani Metro Disorot, Keluarga Pasien Sesalkan Pelayanan Diduga Kurang Sigap

METRO — Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Yani Kota Metro menjadi sorotan setelah keluarga pasien mengeluhkan dugaan pelayanan yang dinilai kurang sigap saat membawa anggota keluarganya dalam kondisi darurat akibat sesak napas.

Keluarga pasien mengaku kecewa lantaran, menurut pengakuan mereka, petugas meminta pihak keluarga mencari sendiri tempat tidur atau bed kosong di dalam ruangan rumah sakit. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Senin (12/10/2026).

Dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat, keluarga pasien berharap tenaga medis dan petugas rumah sakit dapat memberikan pelayanan secara sigap, termasuk membantu proses penempatan pasien sesuai kondisi dan ketersediaan fasilitas.

“Kami datang dalam kondisi darurat sesak napas dan berharap segera mendapat penanganan medis. Namun, bukannya dilayani dengan sigap, kami justru disuruh mencari bed sendiri yang kosong di dalam. Ini tentu sangat mengecewakan dan tidak mencerminkan standar pelayanan rumah sakit pemerintah,” ungkap salah seorang anggota keluarga pasien.

Menurut pihak keluarga, pengalaman tersebut menimbulkan kekecewaan karena mereka menilai seharusnya proses pencarian tempat tidur dan penempatan pasien mendapatkan bantuan dari petugas rumah sakit, terlebih ketika pasien sedang membutuhkan penanganan medis.

Keluhan ini menjadi perhatian terhadap pentingnya kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan milik pemerintah. Selain ketersediaan tempat tidur, komunikasi yang jelas, respons petugas, serta koordinasi antar bagian juga menjadi aspek penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pihak keluarga berharap manajemen RSUD Ahmad Yani Kota Metro segera melakukan evaluasi terhadap kejadian yang mereka alami. Mereka juga meminta Wali Kota Metro dan Dinas Kesehatan Kota Metro menindaklanjuti keluhan tersebut agar pelayanan kepada pasien dapat berjalan sesuai standar yang berlaku.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari manajemen RSUD Ahmad Yani Kota Metro terkait keluhan keluarga pasien tersebut. Belum diketahui pula penjelasan pihak rumah sakit mengenai kronologi kejadian, kondisi ketersediaan tempat tidur saat itu, maupun prosedur pelayanan yang diterapkan.

Media membuka ruang bagi pihak manajemen RSUD Ahmad Yani Kota Metro untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan guna memperoleh informasi yang berimbang.

Keluhan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama agar masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, khususnya dalam kondisi darurat, memperoleh penanganan yang cepat, tepat, dan manusiawi sesuai prosedur medis yang berlaku. (Red)

Pos terkait